Kendari – Mengenal Filosofi Pucuk Pakis Muda Tenun Tolaki, Motif Baru Khas Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Mengenal filosofi Pucuk Pakis Muda, motif baru untuk tenun Tolaki, khas Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sultra dengan luas mencapai 271,8 kilometer per segi. Kota ini dijuluki dengan sebutan Kota Lulo dan mempunyai jumlah penduduk lebih dari 355 ribu jiwa. Kendari memiliki daya tarik tersendiri mulai dari wisata Pantai Nambo dan Kebun Raya, kuliner khas sinonggi, hingga oleh-oleh kain tenun.
Ada beragam motif tenun khas Tolaki di Kendari seperti Kalo Sara, Pohon Sagu, dan Jonga Bertanduk Lima. Teranyar, Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Kota Kendari meluncurkan motif baru. Bernama Pinetaburu Mbaku Hinoru Ndolaki atau dalam bahasa Indonesia berarti Pucuk Pakis Muda Tenun Tolaki. Sekretaris Dekranasda Kendari, Uka menyebutkan, motif tenun terbaru ini sudah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).”Alhamdulillah motif terbaru ini sudah memiliki HAKI,” kata Uka saat diwawancarai TribunnewsSultra.com, Minggu (28/12/2025) dalam kegiatan Festival Ekonomi Kreatif.
Baca Juga : Penyebab Ruko Milik Anggota DPD RI Umar Bonte Terbakar di Kendari Sulawesi Tenggara Masih Diselidiki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Dekranasda-Kota-Kendari-menunjukkan-motif-tenun-terbaru-Pucuk-Pakis-Muda-Tenun-Tolaki.jpg)
Festival tersebut berlangsung di Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Nambo. Lebih lanjut Uka menjelaskan filosofi dari motif Pinetaburu Mbaku atau Pucuk Pakis Muda yang berarti simbol kesuburan. Sementara motif Pinetobo yakni berbentuk segitiga runcing digambarkan seperti ujung tombak ataupun alat menanam padi di ladang. Pinetobo memiliki filosofi tentang kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama. Kemudian motif Pinetariwadi yang berbentuk seperti irisan wajik bermakna kebersamaan dan keharmonisan.
Di sekeliling Pinetariwadi tersebut tergambar motif Pinetaburu Mbaku sehingga menggambarkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Kendari. Terakhir, terdapat sentuhan motif Pineona-Ona sebagai simbol ketaatan terhadap aturan adat dan hukum yang berlaku. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kendari, Sasriati mengatakan, motif baru ini merupakan hasil sayembara yang digelar beberapa waktu lalu. Dia berharap, masyarakat bisa lebih mengenal dan melestarikan tenunan khas daerah.
Sebagai Informasi, Pusat Pemerintahan Kendari berada di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. Kantor Balai Kota Kendari tersebut berhadapan dengan Kawasan Eks MTQ sebagai salah satu ikon Sulawesi Tenggara.





